haiii semua ....
nama saya rizki . gumilang
lahir di depok,15-07-2000
saya bersekolah di SMP Negeri 6 Depok
alamat rumah saya di jl.h.abdul gani. kec. cilodong, kel. kalibaru, kota depok
saya akan memberitahu kalian cara untuk membedakan makanan yg sehat dan yang tidak sehat :
Setiap hari kita menyantap aneka makanan dan minuman.
Sebagian kita memilih makanan berdasarkan selera atau rasa makanan saja.
Padahal,Kandungan gizi makanan juga harus diperhatikan agar tubuh kita
sehat dan tidak kekurangan zat-zat penting yang diperlukan tubuh.
Berikut ini ciri-ciri Makanan yang perlu anda perhatikan agar kegiatan makan Anda bukan sekadar untuk menghilangkan rasa lapar saja .
1. Lemak Hewani Secukupnya
Makanan sebaiknya mengandung lemak hewani secukupnya saja.
Artinya,porsi lauk yang kita makan tidak perlu banyak seperti pada saat
makan steak dimana porsi daging lebih banyak daripada sayuran dan nasi
atau kentang. Sepotong ikan atau telur serta tempe dan tahu sudah cukup
untuk satu kali makan.
2. Non MSG dan Sedikit Garam
Makanan yang mengandung MSG memang memiliki rasa yang lebih gurih dan
lezat. Namun konsumsi makanan dengan MSG kurang bagus untuk kesehatan
jangka panjang.Dampak buruk pemakaian MSG ini sampai sekarang masih
menjadi perdebatan.
Maka dari itu,sebaiknya Kita membatasi konsumsi makanan yang mengandung
MSG seperti makanan ringan buatan pabrik. Cermati juga makanan yang
mengandung Sodium atau Natrium karena merupakan jenis garam yang kurang
bagus terutama untuk penderita hipertensi
3. Mengandung Serat yang Cukup
Sebaiknya,makanan yang Kita makan cukup mengandung serat.Gado-gado,urap,rujak
merupakan jenis makanan yang bisa kita masukkan dalam menu makanan
sehari-hari.Mengonsumsi lalapan dan sayuran yang dikukus juga baik untuk
memenuhi kebutuhan serat Anda setiap hari.
4. Sedikit Bahan Pengawet
Makanan kemasan buatan pabrik umumnya menggunakan bahan pengawet,termasuk kaldu instan.Bahan
pengawet yang terlalu banyak tidak baik untuk kesehatan. Sebaiknya,Anda
membatasi konsumsi makanan dengan bahan pengawet. Konsumsi makanan
segar dan makanan yang baru saja dimasak lebih baik daripada makanan
cepat saji yang menjadi awet karena zat kimia tertentu.
5. Sedikit Minyak Goreng
Minyak Goreng membuat makanan menjadi berlemak.Sedangkan Anda mungkin
sudah memperoleh cukup lemak dari jenis makanan lain.Selain itu, makanan
yang digoreng dengan minyak suhu tinggi akan membuat gizi alami yang
terdapat dalam makanan rusak.
Dan Menggoreng makanan dengan minyak jelantah atau minyak goreng yang
sudah pernah dipakai juga membuat kandungan lemak trans dan radikal
bebas dalam makanan meningkat.Dampaknya memang tidak muncul
seketika,namun suatu saat bisa menyebabkan sebuah Kanker.
6. Tidak Menggunakan Santan
Makanan bersantan seperti opor,soto,dan rendang mengandung kolestrol
tinggi. Hati-hati menyantap makanan bersantan seperti itu,karena jumlah
kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh akan meningkat.
Dampak konsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi akan muncul
beberapa tahun mendatang,misalnya penyempitan dan pengerasan pembuluh
darah dan berbagai penyakit jantung.
7. Hindari Makanan yang Terlalu Pedas
Makanan yang terlalu pedas dapat menyebabkan iritasi pada saluran
pencernaan. Pada sebagian orang,makanan yang terlalu pedas akan
menyebabkan sakit perut atau sakit maag . Anda boleh saja makan makanan
pedas,tetapi jangan terlalu pedas.Selain dapat membahayakan
pencernaan,makanan terlalu pedas juga akan membuat penampilan anda
berantakan akibat produksi keringat yang berlebihan.
8. Cukup Matangnya
Makanan setengah matang seperti ikan bakar,sate, dan acar juga perlu
diperhatikan,terutama bagi ibu hamil karena sama halnya dengan makanan
mentah,bakteri atau virus berbahaya pada makanan setengah matang mungkin
belom mati.
Kita sering menemui berbagai jajanan yang kelihatannya enak dan bisa
mengenyangkan perut di lingkungan kita. Tapi kita sering sekali tidak
memperhatikan bahan-bahan maupun kandungan gizi yang ada pada makanan
tersebut.
Padahal bisa jadi kalau jajanan yang kita konsumsi tersebut mengandung bahan yang berbahaya seperti zat pewarna tekstil atau zat pengawet.
Secara turun temurun, sebetulnya masyarakat kita sudah terbiasa menggunakan berbagai macam bahan tambahan alami untuk mengawetkan atau menambah warna pada makanan. Misalnya untuk nasi kuning, biasanya dipakai kunyit, sedangkan untuk mengawetkan, digunakan garam.
Namun dalam perkembangannya, bahan alami ini sering digantikan bahan kimia karena lebih murah. Dan seringkali bahan kimia yang ditambahkan adalah bahan yang berbahaya, yang seharusnya tidak digunakan untuk makanan. Contohnya penggunaan pewarna tekstil pada kue-kue yang dijual pada pasar tradisional sehingga kue-kue terlihat memiliki warna yang menarik.
kalau ingin kenal saya lebih dekat anda boleh invite pin bb saya
pin :526f9ca1
semoga semuanya bermanfaat untuk yang membaca iya.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar